Soal UTS Pragmatik
1. "Disini dijual madu murni dan susu kuda liar". Tentukan jenis praanggapan tuturan diatas! jelaskan
2."Bapak dan anak akan selalu menyayangi"
Berdasarkan konsep referensi dan inferensi, tuturan di atas dapat dikategorikan ke dalam jenis makna referensi alat atau atributif ? Jelaskan !
3."Ruri dan Billu kemarin pagi dipanggil kepala sekolah ke kantor. Anak pertama, juara sekolah I dan anak kedua, juara sekolah II." Termasuk referensi apakah frase anak pertama dan
anak kedua pada tuturan di atas? Jelaskan !
4. Kalimat-kalimat di bawah ini merupakan penggunaan bentuk ujaran anafora, kecuali (jelaskan)
A. Pada tahun 1972 terjadi peristiwa Masehi, Ketika itu saya menikah.
B. Perumahan UT terdapat di Jabon Mekar, Jawa Barat. Di daerah itulah Pak Yunus tinggal.
C. Monas melambangkan kemerdekaan Irian. Di tempat itulah penduduk Jakarta bebas menghirup
udara segar.
D. Duma makan buah jambu sebelum dicuci terlebih dahulu. Itulah sebabnya ia sakit perut
5. Seorang Ibu berkata kepada anaknya yang tengah belajar.
"Sudah pukul 12.00 malam Nak!"
6. Seorang majikan menyuruh pembantu untuk mengambil gelas merah yang ada di atas meja
makan, maka kalimat yang paling sesuai dengan kondisi saat itu yang tidak menyalahi konsep
kerjasama adalah...(Jelaskan!)
A. yang merah ya bu ?
B. saya akan segera membawanya bu
C. iya bu
D. iya bu. saya ambilkan
7. Seorang karyawan bertutur kepada atasannya," Anak saya dirawat di rumah sakit karena tifus".
Kalimat pernyataan termasuk jenis tindak tutur? Jelaskan !
8. "Aku merasa di sana ada bayangan yang selalu melihatku disini sejak kemarin."
Tentukan deiksis dan jarak pada tuturan di atas !
Jawaban :
1. Dari tuturan diatas termasuk kedalam jenis praanggapan eksistensial. Praanggapan eksistensial yaitu sebuah kalimat yang menunjukkan arti kepemilikan. Di dalam kalimat tersebut terdapat kata "disini" yang menunjukkan bahwa di tempat tersebut benar menjual madu murni dan susu kuda liar. Adanya keterangan kata yang menunjukkan hak milik dari penutur jika ditempat tersebut menjual madu murni dan susu kuda liar.
2. Dari tuturan diatas termasuk dalam jenis referensial. Dapat dilihat pada tuturan tersebut terdapat kata "Bapak dan anak" yang secara umum bapak dan anak memiliki hubungan akrab. Menurut saya tuturan diatas termasuk jenis makna referensial.
3. Dari tuturan diatas termasuk dalam referensi anaforik yaitu ungkapan yang rujukannya berada didepan. Hal tersebut ditunjukkan pada frase " anak pertama, juara I sekolah" yang merujuk pada "Ruri", sedangkan"anak kedua juara sekolah II" merujuk pada Billi"
4. Menurut pendapat saya kalimat yang tidak sesuai dengan bentuk ujaran anafora yaitu pada kalimat "Monas melambangkan kemerdekaan Irian. Di tempat itulah penduduk Jakarta bebas menghirup udara segar." kalimat tersebut menunjukkan adanya ketidak sesuaian antara rujukan dengan kalimat atau ungkapan sebelumnya. Dimana kalimat pertama menjelaskan Monas melambangkan kemerdekaan Irian, tetapi kalimat selanjutnya menjelaskan kebebasan penduduk Jakarta menghirup udara segar.
5. Tuturan diatas termasuk jenis tindak tutur Ilokusi, karena tindak tutur Ilokusi merupakan tuturan yang meminta atau memohon yang mengharuskan si penutur melakukan tindakan. Dapat dilihat pada kalimat pada kalimat tuturan di atas si Ibu mengatakan "sudah pukul 12.00 malam Nak !" dalam hal ini si Ibu menggunakan pernyataan tersebut untuk meminta pertanggung jawaban si anak agar segera pergi tidur karena sudah pukul 12 malam.
6. Kalimat yang sesuai dengan kondisi tersebut yang tidak menyalahi konsep kerjasama adalah "D" . Iya bu, saya ambilkan" karena pembantu bersedia mengambilkan gelas merah sesuai perintah dari majikannya (kuantitas) , sesuai dengan kebenaran (kualitas) ketika pembantu tersebut sudah mengerti dengan gelas merah yang dimaksud oleh majikannya, sehingga pembantu tersebut bersedia untuk mengambilkannya. Sesuai dengan (relevan) kalimat tersebut tersusun seketika pembantu mengatakan "iya" kemudian mengatakan kesanggupannya untuk mengambil gelas merah dengan mengatakan "saya ambilkan"
7. Kalimat diatas termasuk kedalam tindak tutur Lokusi, karena tindak tutur lokusi adalah tindak tutur yang menitik beratkan pada pemberi informasi saja. Dan tidak meminta pertanggung jawaban dari lawan tutur
8. 1. Deiksis pesona karena pada kalimat di atas terdapat kata ganti orang pertama" Aku"
2. Deiksis waktu distal pada kalimat tersebut terdapat kata " sejak kemarin" yang merupakan penunjukkan waktu dimasa yang lampau.
3. Deiksis tempat pada kalimat diatas yaitu pada "disana" dan "disini" , yang secara psikologis tempat tersebut memiliki jarak yang dekat dengan penutur dan bisa dirasakan oleh penutur walaupun jarak itu sebenarnya jauh dari penutur.
Selasa, 23 Juni 2015
Minggu, 31 Mei 2015
- Tujuh macam-macam
hakikat dan fungsi bahasa
a.
Bahasa sebagai
lambang
Maksudnya
bahasa itu dapat digunakan untuk menamai benda-benda atau symbol, gejala
(symptom), dan hal tersebut sudah di sepakati oleh setiap orang di link
tertentu. Bahasa sebagai lambang dapat membuat ekspresi dan gerakan atau bahasa
tubuh (gerture) kita bermakna sesuatu atau menjadi sebuah isyarat. Bahasa sebagai
lambang merupakan tanda terjadinya sesuatu (signal).
Contohnya
: pada rambu lalu lintas terdapat 3 warna lampu yaitu warna merah, warna
kuning, dan warna hijau. Kita semua pada umumnya mengerti jika lampu merah
bermakna berhenti ketika berkendara, warna kuning menyala bermakna hati-hati,
dan jika warna hijau menyala bermakna jalan.
b.
Bahasa sebagai
arbriter
Bahasa
itu tidak tetap atau berubah-ubah. Dapat digunakan dengan bebas atau
sewenang-wenang dan senang hati sesuai kehendak si pemakai, tanpa memperhatikan
kaidah kebahasaan (misalnya tidak menggunakan susunan lengkap S, P, O, K). Biasanya
ini terjadi dikarenakan semakin berkembangnya zaman.
Contohnya
: dialek, ideolek, dan sosiolek. Dialek digunakan pada masyarakat daerah atau
wilayah tertentu, misal bahasa Sunda, bahasa Jawa, bahasa Madura, dan
lain-lain. Ideolek digunakan oleh orang
tertentu dengan penggunaan kata tertentu dan ciri khas atau gaya, misal “Lo mau
kemana?”. Sedangkan sosiolek digunakan oleh beberapa orang yang berbentuk
perkumpulan, misal bahasa waria, “Titi dj ya cin..”
c.
Bahasa sebagai
bunyi
Maksudnya
bahasa itu penting digunakan sebagai media komunikasi. Ujaran bahasa
mengeluarkan lambang-lambang suara yang dapat di mengerti. Bahasa dalam pikiran
berjalan seperti suara-suara yang hanya kita tahu dan mengerti.
Contohnya
: ketika berbincang-bincang, seseorang akan mengeluarkan bunyi.
d.
Bahasa itu
produktif
Maksudnya
bahasa itu menghasilkan kosa kata yang baru, yang dulu belum ada menjadi ada
dan menjadi tren saat ini. Dan bahasa ini di gunakan dalam kehidupan
sehari-hari untuk berkomunikasi, dan digunakan untuk lelucon.
Contohnya
: dulu apalah-apalah belum ada. Dan sekarang kosakata apalah-apalah menjadi
tren orang saat ini.
e.
Bahasa itu unik
Maksudnya
ketika bahasa di tambah sedikit kosakata akan memiliki makna yang berbeda.
Contohnya
: cubit dengan di cubit. Cubit berarti seseorang yang melakukan cubit. Jika kosakata
itu di tambah “di” maka maknanya akan berbeda yaitu seseorang yang kena cubit.
f.
Bahasa itu
bervariasi
Maksudnya
beda usia, jenis kelamin, tempat
tinggal, dan jabatan seseorang akan memiliki tingkatan dalam menyampaikan
bahasa tersebut.
Contohnya
: pada perbedaan usia, pada usia dewasa, orang akan menggunakan bahasa yang
konvensional sebagaimana digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
g.
Bahasa itu
manusiawi
Maksudnya
bahasa itu terjadi antar manusia dengan manusia .
Contohnya
ketika seseorang melakukan komunikasi, maka yang diajak komunikasi adalah
manusia, bukan selain manusia.
- Menentukan
presupposisi dan entailmen
a.
Surya sudah
mulai terlihat.
Presupposisi : ada orang namanya surya, surya yang
di maksud adalah matahari.
Entailmen :
surya sudah datang.
b.
Sekarang aku
sudah tidak disana lagi
Presupposisi : aku sudah pulang, kemaren disana.
Entailmen :
aku tidak ada disana
c.
Apakah masih
jauh untuk sampai ke Surabaya
Presupposisi : masih diperjalanan menuju Surabaya,
merasa jenuh di kendaraan.
Entailmen : mencari informasi tentang masih
jauh tidaknya untuk sampai di Surabaya.
d.
Laptop Andi baru
Presupposisi :
laptop Andi rusak, Andi membeli laptop, Andi memiliki banyak uang.
Entailmen : Andi memiliki laptop baru.
e.
Wawan tidak jadi
ke Surabaya
Presupposisi : Wawan sedang ada halangan mungkin
sakit, mobilnya mogok.
Entailmen :
Wawan tidak jadi ke Surabaya
Demikian hasil diskusi kami, apabila ada kurangnya kami mohon maaf. Dan kami membutuhkan kritik dan saran dari pembaca. semoga bermanfaat bagi kita.
nama kelompok :
1. Bai'atul
2. Windi Wahyu
3. Luluk Hidayatul
4. Sulastrianik
5. Tiara Eka
6. Angga Tri
Minggu, 10 Mei 2015
Tugas Pragmatik 4
Untuk memenuhi tugas 4 dari bapak Abdul Aziz Hunaifi
2 J PGSD UNP KEDIRI
Anggota Kelompok:
1. Bai'atul Aqobatil Ula
2. Sulastrianik
3. Luluk Hidayatul Fitroh
4. Windi Wahyu Milasari
5. Tiara Eka
6. Angga Tri
Analisislah
percakapan berikut ini dengan menggunakan kajian pragmatik yang telah di
pelajari!
1. Siti : “Sip.....akhirnya hari mulai gelap.”
Rohmah :
“Kamu
mau kemana Sit ?”
Siti :
“Mau
ikut ?”
Rohmah :
“Boleh
?”
Siti :
“Yakin
mau ikut ?”
Rohmah :
“Astaghfirullah, kamu jangan macam-macam lho Sit, ini sudah tengah malam.”
Dari potongan percakapan di atas, apa yang disimpulkan oleh Rohmah dari percakapannya dengan Siti ?
Dari potongan percakapan di atas, apa yang disimpulkan oleh Rohmah dari percakapannya dengan Siti ?
Jawaban dan analisis kelompok kami:
Dari percakapan tersebut Rohmah memiliki kesimpulan bahwa Siti akan keluar malam ketempat yang tidak pantas untuk di kunjungi atau tempat yang berbahaya. Karena sebelumnya saat Rohmah menjawab “Boleh?”, jawaban Siti “Yakin mau ikut” membuat Rohmah berpikiran negatif. Rohmah penasaran dan takut Siti keluar tengah malam sebab tidak pantas bagi seorang perempuan.
2. Budi : “Kemanapun aku pergi, kamu harus tetap ikut.”
Puji : “Aku tidak mau kalau ketempat
itu lagi. Takut.”
Budi : “Sudahlah. Di mana ada aku,
semua pasti baik-baik saja.”
Kata ketempat
itu sebagaimana yang di ucapkan oleh Puji termasuk kedalam deiksis apa
tidak?
Apakah kata tersebut memiliki referensi ? Jelaskan !
Apakah kata tersebut memiliki referensi ? Jelaskan !
Iya.
Kata ketempat itu termasuk ke
dalam deiksis spasial atau deiksis tempat.
Referensinya terlihat pada kalimat yang di ucapkan
Puji,
“Aku tidak mau kalau
ketempat itu lagi. Takut.”
3.Bagus : “Kamu
itu sudah tua, kok
ya tetep saja tidak pernah mau mengalah.”
Dirman : “Mengalah itu untuk orang lemah dan aku tidak mau dikatakan lemah.”
Dirman : “Mengalah itu untuk orang lemah dan aku tidak mau dikatakan lemah.”
Bagus : “Tapi setidaknya kamu diam
saja tidak perlu menimpali ucapannya terus-menerus.”
Tirto :
“Dirman kamu bertengkar ya? Sama siapa? Dimana? Kenapa?
Dari potongan percakapan di atas, kenapa Tirto tidak
memahami ucapan yang sedang teman temannya
ucapkan? Jelaskan hubungan jarak antar ketiganya!
ucapkan? Jelaskan hubungan jarak antar ketiganya!
Jawaban dan
analisis kelompok kami:
Pada potongan percakapan diatas, Tirto tidak
memahami ucapan teman-temannya atau tidak tahu apa yang terjadi karena dia
tidak berada di tempat kejadian. Dan Bagus mengetahui kejadian tersebut
kemungkinan karena dia berada disaat kejadian berlangsung atau tahu dari pihak lain, sehingga dia menasehati perbuatan yang telah dilakukan Dirman.
Mengenai hubungan mereka, terlihat mereka bertiga adalah teman akrab. Jelas terlihat pada bahasa dan isi kalimat yang digunakan. Karena Bagus terhadap Dirman sangat perhatian terlihat dari nasehatnya pada ucapan berikut:
“Kamu itu sudah tua, kok ya tetep saja tidak pernah mau mengalah.”
“Tapi setidaknya kamu diam saja tidak perlu menimpali ucapannya terus-menerus.”
“Dirman
kamu bertengkar ya? Sama siapa? Dimana? Kenapa?”
4. Wasik : “Sudah
lama aku menanti kesempatan seperti ini.”
Dino : “Jangan ajimumpung. Semua
di nikmati secukupnya saja.”
Wasik : “Iya. Sini, pinjam
golokmu.”
Dari percakapan di atas, tentukan macam-macam
deiksis yang ada !
Jawaban dan analisis kelompok kami:
Deiksis
persona di buktikan dengan kata “Aku”
dan “mu”.
Deiksis spasial atau tempat di
buktikan dengan kata “Lama”
5. Wasis : “Kamu
tidak lapar Tia ?”
Tia : “Ndak tahu.”
Wasis : “Enaknya
aku makan nasi apa buah saja ya?”
Tia : “Makan
batu aja.”
Wasis : “Kita
makan nasi aja ya?
Tia : “Makan ati aja.”
Tia : “Makan ati aja.”
Percakapan diatas, apa yang dapat
kamu simpulkan? Bagaimana hubungan jarak antar keduanya?
Jawaban dan analisis kelompok kami:
Wasis
seseorang yang sabar tetapi tidak peka terhadap sikap Tia,
pada jawaban Tia yang pertama.
Ketika Wasis mengajak Tia makan,
Tia menjawab dengan ketus. Wasis
tetap mengajak Tia dengan tenang dan sabar untuk makan. Mungkin
Tia sedang memiliki masalah, sehingga ucapannya kurang tepat atau tidak
baik.
Hubungan
jarak mereka sangat dekat, dibuktikan pada ucapan Wasis yang tenang atau tidak
marah setelah mendengar perkataan Tia sebagai berikut:
“Makan batu aja.”
Langganan:
Postingan (Atom)