Selasa, 23 Juni 2015

Bai'atul Aqobatil Ula (Individu)
(13.1.01.10.0403)

UTS PRAGMATIK 2J PGSD UNP KEDIRI

Soal
1. "Di sini dijual madu murni dan susu kuda liar"
     Tentukan jenis praanggapan tuturan di atas! Jelaskan!


Merupakan jenis praanggapan eksistensial, yaitu praanggapan yang menunjukkan eksistensi/keberadaan/jati diri referen yang diungkapkan dengan kata yang definitif.
Penutur tentunya diharapkan memiliki praanggapan bahwa di tempat tersebut yang memakai kata keterangan ‘di sini’ diasumsikan:
di sini ada madu murni dan susu kuda liar yang dijual.
Ketika menghasilkan tuturan “Di sini dijual madu murni dan susu kuda liar.”, praanggapan dalam tuturan tersebut menyatakan keberadaan:
  • ada madu murni
  • ada susu kuda liar
  • ada penjual
  • ada tempat penjualan
Ada banyak praanggapan yang mungkin muncul pada tuturan pada soal nomor 1, tetapi empat praanggapan di atas dapat mengungkapkan keberadaan isi tuturan tersebut.


2. "Bapak dan anak akan selalu menyayangi"
     Berdasarkan konsep referensi dan inferensi, tuturan di atas dapat dikategorikan ke dalam jenis makna referensial atau atributif? Jelaskan!


Termasuk referensial, semua orang tahu kalau bapak dan anak (antara orang tua dan anaknya terjalin hubungan akrab) akan saling menyayangi karena mereka adalah keluarga. Tuturan ini oleh penutur ditujukan karena penutur memahami kalau petutur (pendengar) juga memahami maksud tuturannya.

3. "Ruri dan Billi kemarin pagi di panggil kepala sekolah ke kantor. Anak pertama juara sekolah I, anak kedua juara sekolah II."
Termasuk referensi apakah frase anak pertama dan anak kedua pada tuturan di atas? Jelaskan!
 
Tuturan tersebut termasuk referensi anaforik, karena rujukannya sudah disebutkan terlebih dahulu.

"Ruri dan Billi kemarin pagi di panggil kepala sekolah ke kantor….”
Ruri dan Billi sebagai anteseden. Jadi  anak pertama dalam tuturan merujuk pada Ruri dan anak kedua merujuk pada Billi.


4. Kalimat-kalimat di bawah ini merupakan penggunaan bentuk anafora, kecuali (jelaskan)
A. Pada tahun 1972 terjadi peristiwa Masehi. Ketika itu saya menikah.
B. Perumahan UT terdapat di kota Jabon Mekar, Jawa Barat. Di daerah itulah Pak Yunus tinggal.
C. Monas melambangkan kemerdekaan Irian. Di tempat itulah penduduk Jakarta bebas menghirup udara segar.
D. Duma makan buah jambu sebelum mencuci tangan terlebih dahulu. Itulah sebabnya ia sakit perut.

Yang merupakan ujaran yang bukan anafora adalah ujaran pada poin C. Karena antara kalimat pertama dengan kalimat kedua dalam tuturan “Monas melambangkan kemerdekaan Irian. Di tempat itulah penduduk Jakarta bebas menghirup udara segar” tidak menunjukkan kesesuaian, kalimat pertama membahas tentang lambang kemerdekaan irian namun kalimat kedua membahas penduduk Jakarta bebas menghirup udara segar. Padahal anafora adalah rujuk silang dengan kata yang telah dinyatakan sebelumnya, kalimat pertama menjadi rujukan untuk kalimat kedua (jadi harus memiliki kesesuaian antara keduanya).

Poin A, B, dan D merupakan ujaran anaphora karena rujukannya sudah disebutkan terlebih dahulu dalam tuturannya.


5. Seorang ibu berkata kepada anaknya yang tengah belajar.
"Sudah pukul 12.00 malam Nak!"
Tuturan di atas termasuk jenis tindak tutur? Jelaskan!


Menurut jenis tindak tutur Austin & Serle, tuturan tersebut termasuk tindak tutur ilokusi yang didefinisikan sebagai sebuah tuturan selain berfungsi untuk mengatakan atau menginformasikan sesuatu dapat juga digunakan meminta/memohon penutur untuk melakukan sesuatu (respon atau tindakan).
Jadi, dalam tuturan tersebut ibu tidak semata-mata memberitahukan tentang keadaan yang berkaitan dengan waktu, tetapi juga memerintahkan si anak untuk segera tidur.

Menurut spesifikasi tuturan Serle, tuturan tersebut  termasuk tindak tutur direktif, yaitu tindak tutur yang berfungsi mendorong petutur (pendengar) untuk melakukan sesuatu.
Jadi, dalam tuturan tersebut ibu meminta si anak untuk melakukan sesuatu, yaitu segera tidur.


6. Seorang majikan menyuruh pembantu mengambilkan gelas merah yang ada di atas meja, maka kalimat yang sesuai dengan kondisi saat itu yang tidak menyalahi konsep kerjasama adalah.... (jelaskan!)

A. yang merah ya bu?
B.saya akan segera membawanya bu.
C.iya, bu.
D.iya bu, saya ambilkan.



Menurut saya, yang tidak menyalahi konsep kerjasama adalah poin D yaitu iya bu, saya ambilkan. Makna kalimat tersebut menandakan bahwa si pembantu mengerti perintah dari majikannya. Ungkapan iya bu berartikan bahwa pembantu sudah memahami, saya ambilkan  menandakan pembantu mengerti apa yang diperintahkan majikan kepadanya dan mengetahui letak gelas merah yang ada di meja makan dan pada saat itu juga ia melaksanakan perintah majikan (mengambilkan gelas merah).
Kalimat yang diungkapkan pembantu sudah relevan, jelas, mudah dipahami, padat dan ringkas.

Poin A, yang merah ya bu? menunjukkan seolah-olah si pembantu ragu dengan perintah majikan yang di dengarnya. Poin B, tidak memenuhi maksim kuantitas karena ungkapan pembantu saya akan segera membawanya  terlalu panjang atau tidak ringkas. Poin C, hanya menunjukkan bahwa pembantu mendengar perintah sang majikan.



7. Seorang karyawan bertutur kepada atasannya, "Anak saya di rawat di rumah sakit karena tifus". Kalimat pernyataan termasuk tindak tutur ? Jelaskan!


Berdasarkan jenis tindak tutur Austin & Serle, tuturan tersebut termasuk tindak tutur ilokusi, yaitu tuturan yang tidak hanya menginformasikan atau reaksi batin saja tapi juga meminta respon atau tindakan (karena pernyataan karyawan ditujukan kepada atasannya).
Missalnya: seolah-olah karyawan tersebut meminta atasannya untuk cuti atau yang lainnya.

Berdasarkan spesifikasi tuturan menurut Serle, tuturan tersebut  termasuk tindak tutur ekspresif, yaitu jenis tindak tutur yang menyatakan suatu perasaan psikologis yang di rasa oleh penutur (si karyawan).
Karyawan menyampaikan kesedihan yang sedang di rasanya bahwa anaknya dirawat di rumah sakit, rasa sedih tersebut disampaikan kepada atasannya.



8. "Aku merasa di sana ada bayangan yang selalu melihatku di sini sejak kemarin."
    Tentukan dieksis dan jarak pada tuturan di atas!


"Aku merasa di sana ada bayangan yang selalu melihatku di sini sejak kemarin.”
  • Dieksis persona: aku, ku
Jarak pada dieksis persona tuturan tersebut adalah proksimal karena ‘aku’ adalah kata tidak formal, atau bisa dikatakan petutur dengan petutur adalah teman akrab.
  • Dieksis spasial: di sana, di sini
Jarak pada dieksis spasial (tempat) tuturan tersebut adalah proksimal (dekat penutur) dan distal (jauh dari penutur). Yang termasuk proksimal adalah kata ‘di sini’ (dapat dilihat penutur dan petutur). Yang termasuk distal adalah kata ‘di sana’, diasosiasikan dengan sesuatu yang bergerak ke luar jangkauan pandangan penutur, tapi pada tuturan tersebut kata ‘di sana’ dimaksudkan penutur adalah sesuatu yang jauh dari fisiknya.
  • Dieksis temporal: kemarin
Jarak dieksis temporal (waktu) tuturan tersebut adalah distal (jauh dari penutur), kata ‘kemarin’ menunjukkan waktu lampu dengan waktu penutur dan petutur sekarang atau terjadi sebelum pada saat tuturan penutur terjadi di tempatnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar