TUGAS KELOMPOK
2 J PGSD UNP KEDIRI
Untuk memenuhi tugas mata kuliah
PRAGMATIK
Dosen Pengampu : Abdul Aziz Hunaifi, S.S., M.A.Anggota Kelompok :
Bai’atul Aqobatil Ula
Windi Wahyu Milasari
Luluk Hidayatul Fitroh
Sulistrianik
Tiara Eka
Buatlah sebuah analisis dari fenomena komunikasi yang terjadi di masyarakat berdasarkan kajian pragmatik yang sudah kita pelajari dengan menentukan:
a. makna ucapan dan ekspresi yang tersirat
b. tuturan berdasarkan jarak hubungan antar persona penutur dan petutur
c. faktor penyebab kegagalan dalam proses decoding si petutur dalam dua percakapan, 3 dan 4.
d. konteks apa saja yang melingkupi percakapan di bawah ini.
Berikut ini analisis kelompok kami :
1. Terjadi sebuah percakapan antara Andi dan Rahmat sepulang dari menonton konser di kota.
Andi : “hmmmm…, kalau dipikir-pikir, kita sudah keterlaluan tadi.”
Rahmat : “ndk papa… kan ndk ada cctvnya.” (mereka berpandangan dan tertawa lepas)
Andi : “Tapi, lain kali gantian yang gendong”.
Rahmat : “ya, beres. nunggu kamu kecil dulu” (melihat tubuh Andi dan tertawa)
- Makna ucapan dan ekspresi yang tersirat
Andi merasa perbuatan mereka keterlaluan saat mengikuti konser. Namun, Rahmat terkesan tenang dan menyindir Andi karena badan Andi gemuk. Sehingga membuat Andi tidak cemas dan tertawa lepas.
Makna Ekspresi :
Sebelum Rahmat bercanda, Andi sedikit cemas dengan perbuatan mereka.
- Tuturan berdasarkan jarak hubungan antar persona penutur dan petutur.
- Konteks yang melingkupi percakapan tersebut.
• Setting : Di kota (tempat), malam hari (waktu), dan senang (suasana).
• Participans : Andi dan Rahmat.
•Ends : Ungkapan puas setelah melihat konser di kota.
• Act Sequence : Sebaiknya tidak melakukan hal-hal yang keterlaluan.
• Keys : Bercanda dengan mengungkapkan kekurangan orang lain.
• Instrumens : Ucapan (lisan).
• Norm : Tidak ada aturan, karena percakapan antara teman dekat.
• Genre : Bahasa sehari-hari (nonformal), akrab.
2. Di sebuah warung kecil, di pagi hari, para petani sedang bersiap untuk menyemai benih padi.
Petani A : “Rasanya kok beda hari ini. Tidak ada semangat. “ (sambil melihat orang berlalu-lalang di jalan) Petani B : “Sudah. Dijalani saja. Sudah takdir kita.”
Petani C : “yang bangga pak, kita ini kan orang yang paling berjasa untuk semua manusia. Coba kalau kita tidak ada. Mau makan apa mereka?”
Petani B : “ya, setidaknya kita bisa ngopi dan makan gorengan dulu dengan santai setiap hendak bekerja. “ (mereka tertawa sambil melihat hiruk pikuk kendaraan berlalu –lalang di jalan)
- Makna ucapan dan ekspresi yang tersirat
Petani A merasa dia dan petani lain tidak semangat menjalani kegiatan pagi itu.
Petani B menangkap bahwa petani A merasa iri dengan orang yang berlalu-lalang di jalan, sehingga menasehati agar sabar menjalani hidup.
Petani C mengajak petani berbangga karena merekalah yang paling berharga, tidak ada mereka orang yang berprofesi lain tidak akan menikmati makanan pokok.
Lalu, dilanjutkan petani B menghibur diri dengan mengatakan “Ya, setidaknya kita bisa ngopi dan makan gorengan dulu dengan santai setiap hendak bekerja."
Makna Ekspresi :
Lesu, pasrah, dan bangga.
- Tuturan berdasarkan jarak hubungan antar persona penutur dan petutur.
- Konteks yang melingkupi percakapan tersebut.
• Participans : Petani A, petani B, dan petani C.
• Ends : Sabar menghadapi takdir mereka sebagai petani.
• Act Sequence : Setiap kedudukan dalam pekerjaan pasti ada kekurangan dan kelebihan.
• Keys : Petani A dengan mengeluh, petani B dengan pasrah, dan petani C dengan penyampaian yang optimis bahwa mereka berguna atau bermanfaat bagi semua manusia.
• Instrumens : Lisan.
• Norm : Tidak ada aturan, karena tempatnya di warung.
• Genre : Bahasa santai.
3. Percakapan yang tidak disengaja antara mahasiswi dan penjual sayur di sebuah metromini.
Mahasiswi : “Aduh, masya Allah, kok tertinggal.” (berbicara sendiri sambil menepuk jidat)
Penjual sayur : “Ada apa mbak?”
Mahasiswi : “RPP saya ketinggalan di angkot sebelumnya bu.”
Penjual sayur : “Sabar mbak. Nanti beli lagi yang baru. Dianggap belum rejeki saja mbak.”
Mahasiswi : “ya, bu.” (manggut-manggut sambil tersenyum geli)
- Makna ucapan dan ekspresi yang tersirat
Makna ucapan :
Mahasiswi teringat bahwa sesuatu yang penting tertinggal di kendaraan sebelumnya. Dan ada ibu penjual sayur peduli dan menanyakaan apa yang terjadi.
Karena ibu tersebut perhatian, maka beliau mengatakan agar mahasiswi tersebut sabar.
Namun, ibu tersebut salah paham dengan apa yang dibicaraka, sehingga mahasiswi tersenyum dan merasa lucu.
Makna Ekspresi :
Mahasiswi sedikit panik dan ekspresi ibu menghibur.
- Tuturan berdasarkan jarak hubungan antar persona penutur dan petutur.
Tuturan mahasiswa terhadap ibu penjual sayur adalah sopan dan sedikit santai.
- Faktor penyebab kegagalan dalam proses decoding si petutur.
- Konteks yang melingkupi percakapan tersebut.
• Participans : Mahasiswi (penutur) dan ibu penjual sayur (petutur).
• Ends : Mahasiswi menjadi senang karena kelucuan si ibu penjual sayur, sehingga rasa paniknya hilang.
• Act Sequence : Bersikaplah ramah dan peduli pada orang lain, walaupun tidak mengenalnya.
• Keys : Tidak sengaja mengatakan sesuatu sehingga orang lain mendengar.
• Instrumens : Lisan
• Norm : Aturan sopan karena mahasiswi berhadapan dengan orang yang lebih tua.
• Genre : Bahasa santai, sopan informal.
4. Di dalam perjalanan, Anton (orang kaya) berjumpa dengan Rudi, teman sekolah sewaktu masih tinggal di desa.
Anton : “Rud, sibuk apa sekarang?”
Rudi : “lagi banyak konser di sawah” (tersenyum), “kamu?”
Anton : “lagi bisnis tablet aja.”
Rudi : “kamu dokter ya Ton?”
Anton : “bukan, bisnis hp maksudnya.” (tersenyum)
- Makna ucapan dan ekspresi yang tersirat
Anton menanyakan kesibukan Rudi. Rudi menjawab bahwa dia bekerja disawah dengan sedikit bercanda. Rudi juga bertanya kesibukan Anton. Rudi mengira kalau Anton bekerja sebagai dokter karena Anton mengatakan “Lagi bisnis tablet aja.”. Padahal tablet bukan obat, tapi alat elektronik.
Makna Ekspresi :
Ramah dan lucu.
- Tuturan berdasarkan jarak hubungan antar persona penutur dan petutur.
Mereka adalah teman, jadi percakapan mereka akrab dan santai.
- Faktor penyebab kegagalan dalam proses decoding si petutur.
- Konteks yang melingkupi percakapan tersebut.
• Participans : Anton (penutur) dan Rudi (petutur).
• Ends : Mengetahui pekerjaan teman lama.
• Act Sequence : Perbedaan dalam pekerjaan dan pengetahuan tidak membatasi pertemanan.
• Keys : Menanyakan pekerjaan yang dijalani teman lama. Menjawab dengan ramah.
• Instrumens : Lisan.
• Norm : Tidak ada aturan berbahasa, mereka menggunakan bahasa tidak resmi.
• Genre : Bahasa sehari-hari dengan teman (nonformal).
Mohon komentarnya bagi teman-teman yang mengunjungi blog kami. Semoga kita semua dapat mengambil manfaat. Amin.
Tambahan. Pada percakapan 4, kemungkinan Rudi agaknya malu sama Anton karena pekerjaannya, makanya dia bilang "lagi banyak konser di sawah."
BalasHapusdi lucu-lucuin kan?
Terimakasih, atas pendapatnya.
BalasHapusYou're welcome. Kita sama-sama belajar.
BalasHapus